3 Capres Mimpi Ekonomi RI di Atas 6%, Ini Warning Sri Mulyani

Jakarta, CNBC Indonesia –┬áPasangan capres dan cawapres 2024 menebar janji untuk memperjuangkan pertumbuhan ekonomi di kisaran 6-7% jika kelak memenangi Pilpres 2024. Pertumbuhan ekonomi tinggi ini diharapkan bisa membebaskan Indonesia dari jerat negara pendapatan menengah atau middle income trap.

Dari penelusuran CNBC Indonesia, seperti Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di level 5,5%-6,5%, lalu Ganjar Pranowo-Mahfud MD menyatakan janji pertumbuhan ekonomi 7%. Sementara itu, pasangan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka mencantumkan dalam dokumen visi misinya di kisaran 6-7%, guna mencapai target Indonesia Emas 2045.

“Untuk mencapai Indonesia Emas 2045, mulai tahun 2025 dibutuhkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di angka 6% hingga 7%,” ungkap Prabowo dan Gibran dalam visi misinya, dikutip, Kamis (14/12/2023).

Anies dan Muhaimin alias Cak Imin menargetkan pertumbuhan hingga 6,5%, lebih rendah jika dibandingkan dua pasangan lainnya, untuk mendorong efisiensi anggaran serta menekan belanja non-produktif.

“Efisiensi anggaran dengan memprioritaskan belanja produktif dan menekan belanja non produktif untuk menghasilkan ruang fiskal yang lebar dan pertumbuhan PDB rata-rata sebesar 5,5%- 6,5% per tahun,” papar visi misi Anies dan Cak Imin.

Pasangan Ganjar-Mahfud bertekad mencapai target pertumbuhan 7%, salah satunya dengan cara mengenjot pertumbuhan industri manufaktur di kisaran 7,5%-8%, serta mendukung hilirisasi sumber daya alam RI dan pengembangan UMKM.

Jika dilihat dari paparan capres dan cawapres 2024, sejauh ini Ganjar dan Mahfud MD menjadi pasangan yang paling gigih menargetkan pertumbuhan 7%.

Ganjar pun pernah mengatakan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 7%, banyak “PR’ yang perlu dibenahi oleh calon presiden mendatang. Salah satunya yakni pengembangan dari digital ekonomi, sumber daya manusia (SDM), dan industrialisasi yang benar. Tak hanya itu, pendidikan juga perlu diperhatikan karena pendidikan sendiri menjadi bagian penting dari pembentukan SDM yang unggul.

“Ada digital ekonomi, upskilling SDM, industrialisasi bernilai tambah, dan pendidikan unggul,” imbuh mantan Gubernur Jawa Tengah tersebut dalam Dialog Apindo Capres 2024.

Dalam kuliah umum di Australia National University, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan perekonomian Indonesia memang harus tumbuh di kisaran 6% hingga 7% agar dapat mencapai target menjadi high income country pada tahun 2045.

Namun demikian, mantan pejabat Bank Dunia ini mengungkapkan banyak tantangan yang harus dihadapi untuk mencapai target tersebut, mulai dari terjadinya krisis keuangan global, inflasi tinggi, geopolitik, hingga perubahan iklim. Selain itu, yang paling krusial, pertumbuhan ekonomi 6-7% harus diikuti oleh defisit fiskal yang terjaga rendah.

“Jadi untuk mencapai pertumbuhan 6% hingga 7% ini tentunya memerlukan kombinasi kebijakan fiskal, tidak boleh hanya berasal dari sumber daya pemerintah. Indonesia tidak bisa memiliki pertumbuhan yang tinggi tapi dengan defisit yang juga tinggi. Ini tidak akan berkelanjutan. Mungkin baik-baik saja dalam jangka pendek, namun tidak baik dalam jangka menengah,” ujar Sri Mulyani dalam kuliah umum di Australia National University, dikutip Kamis (14/12/2023).

Selain itu, untuk mencapai cita-cita menjadi high income country, Sri Mulyani juga menekankan pentingnya melaksanakan reformasi struktural karena dapat meningkatkan daya saing di tingkat dunia.

“Reformasi struktural memang perlu kerja keras. Peningkatan pertumbuhan sebesar 1 hingga 2 persen benar-benar diperlukan dalam reformasi struktural,” tegas Sri Mulyani. https://tahapapun.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*