Kata Media Asing soal Debat Capres RI, Siapa Paling Unggul?

Jakarta CNBC Indonesia – Ramai-ramai media asing memberi sorotan ke debat calon presiden (capres) yang telah berlangsung Selasa lalu. Pemberitaan masih terlihat Jumat (15/12/2023).

Media Qatar, Al-Jazeera misalnya, memberi sejumlah catatan, termasuk bagaimana sengitnya debat dan siapa yang unggul. Ini dimuat dalam artikel berjudul “Indonesia’s first presidential debate: Five key takeaways”.

“Para kandidat (capers) Indonesia bentrok dalam debat pertama dari lima debat yang disiarkan televisi, menjelang pemilihan presiden pada 14 Februari tahun depan,” tulisnya.

“Debat pertama yang ditunggu-tunggu ini berfokus pada tema hukum dan hak asasi manusia, dengan kandidat – Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan – menyajikan pernyataan misi sebelum menjawab pertanyaan yang disiapkan oleh para ahli,” muatnya lagi.

Digambarkan bagaimana perdebatan alot selama dua setengah jam. Mulai dari pelanggaran hak asasi manusia di seluruh Indonesia hingga keputusan kontroversial baru-baru ini oleh Mahkamah Konstitusi (MK) yang menurunkan batas usia minimum bagi pejabat terpilih untuk mencalonkan diri sebagai presiden dan wakil presiden.

“Ketiga pemimpin tersebut ingin menggantikan petahana Joko Widodo, yang dikenal sebagai Jokowi, yang telah menjabat dua periode dan tidak dapat mencalonkan diri lagi,” muatnya lagi.

“Tidak ada calon terdepan yang jelas,” sebutnya lagi menyebut tak ada yang unggul dalam debat karena tidak ada satupun kandidat yang berhasil melakukan “pukulan telak” yang kemungkinan akan mengubah proyeksi perolehan suara.

Mengutip pengamat lokalAl-Jazeera menyebut secara umum hasilnya seri. Debat awal itu, kata dosen hubungan internasional Universitas Jenderal Achmad Yani di Bandung Yohanes Sulaiman, tidak akan mengubah opini masyarakat yang sepertinya terus bergerak bagi Anies, Prabowo, dan Ganjar.

Sebelumnya, Reuters juga mengamati debat capres dengan judul “Indonesian presidential hopefuls face off in heated debate on law, human rights”. Media Australia, ABC News, menyoroti dengan artikel “Indonesian presidential candidates clash on security and corruption in first of five debates ahead of the election”.

Ditulis bagaimana masing-masing kandidat memberi kata-kata kunci untuk melawan pernyataan lain. Dikutip beberapa kalimat Anies, Prabowo dan Ganjar.

“Banyak peraturan yang dibengkokkan demi kepentingan penguasa … Ada satu milenial yang bisa jadi wakil presiden, tapi ada ribuan milenial lainnya, Gen Z, yang peduli pada bangsa yang terpinggirkan,” kata Anies dimuat Reuters.

“Kami akan membenahi apa yang perlu diperbaiki. Kami akan menjunjung tinggi apa yang perlu ditegakkan. Dan kami bertekad untuk memberantas korupsi sampai ke akar-akarnya,” kata Prabowo ditulis ABC.

“Berdasarkan data Indonesia Corruption Watch, kerugian negara selama 10 tahun terakhir mencapai sekitar 230 triliun rupiah. Jumlah ini setara dengan kebutuhan untuk membangun 27.000 puskesmas,” timpal Ganjar dalam laporan ABC lagi.

Sementara itu dari Singapura, debat ini juga ikut dikabarkan oleh dua media ternama negara itu, Channel News Asia (CNA) dan Straits Times. Panasnya debat pun jadi perhatian.

“Prosesnya menjadi lebih panas ketika para kandidat saling menyalahkan satu sama lain mengenai tindakan atau peristiwa yang terjadi pada postingan mereka sebelumnya, kadang-kadang dengan nada mengejek yang memicu penonton bersorak keras,” tulis CNA dalam artikel “Indonesian presidential candidates spar in first debate, digging up one another’s past and dangling pledges”.

“Namun seiring perdebatan berlangsung, mereka tidak membuang waktu untuk saling melontarkan kata-kata menyerang. Wajah mereka memerah dan suara mereka bergetar, ketika para pendukung mereka yang memenuhi aula menyemangati mereka,” tulis Strait Times. https://selerapedas.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*