Bahaya! Gunung Es Terbesar di Dunia Mencair dan Bergerak Jauh

Jakarta – Gunung es terbesar di dunia, yang ukurannya sekitar 3 kali lipat New York, terdeteksi bergerak. Gunung es raksasa itu selama ini tertahan di dasar laut selama 37 tahun.
Dilansir dari CBS News, Selasa (28/11/2023) menurut laporan British Antarctic Survey citra satelit menunjukkan gunung es, yang dinamai A23a, itu bergerak melewati ujung utara Semenanjung Antartika dan menuju ke Samudra Selatan. Peristiwa itu juga telah dikonfirmasi oleh para ilmuwan pada Jumat (24/11) lalu.

Survei Antartika Inggris memposting citra satelit time-lapse yang menunjukkan pergerakan gunung es itu. Mereka pun membagikan pergerakannya dalam platform X.

Gunung es itu memiliki luas hampir 4.000 km persegi dan nyaris setara dengan tiga kali ukuran Kota New York.

Gunung es kokoh menempel di dasar Laut Wedell setelah lepas dari lapisan es Filchner-Ronne di Antartika Barat pada 1986. Gunung es yang itu pernah menjadi tempat stasiun penelitian Soviet.

“Sangat jarang melihat gunung es sebesar ini bergerak,” kata ahli glasiologi Survei Antartika Inggris Oliver Marsh.

Saat ia bertambah kuat, gunung es raksasa tersebut kemungkinan akan diluncurkan ke Arus Lingkar Kutub Antartika. Ini akan mengarahkannya menuju Samudera Selatan melalui jalur yang dikenal sebagai “lorong gunung es”.

“Seiring waktu, pecahan gunung es ini mungkin akan sedikit menipis dan mendapat sedikit daya apung ekstra yang memungkinkannya terangkat dari dasar laut dan terdorong oleh arus laut,” kata Marsh.

Selain terbesar, A23a juga merupakan salah satu gunung es tertua di dunia. Ada kemungkinan A23a bisa kembali dikandangkan di pulau Georgia Selatan. Situasi tersebut bisa menimbulkan masalah bagi satwa liar Antartika.

Jutaan anjing laut, pinguin, dan burung laut berkembang biak di pulau ini dan mencari makan di perairan sekitarnya. Behemoth A23a dapat memutus akses tersebut.

Pada tahun 2020, gunung es raksasa lainnya, A68 telah menimbulkan kekhawatiran bahwa gunung tersebut akan bertabrakan dengan Georgia Selatan, menghancurkan kehidupan laut di dasar laut dan memutus akses makanan.

Bencana seperti itu pada akhirnya dapat dicegah ketika gunung es pecah menjadi bongkahan-bongkahan yang lebih kecil, yang kemungkinan juga akan terjadi pada A23a.

“Namun gunung es sebesar ini berpotensi bertahan cukup lama di Samudra Selatan, meskipun suhunya jauh lebih hangat, dan bisa bergerak lebih jauh ke utara menuju Afrika Selatan sehingga dapat mengganggu pelayaran,” ujar Marsh. https://lakbanhitam.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*