9 Faktor Penghambat Perubahan Sosial Budaya

Jakarta – Perubahan sosial budaya adalah fenomena dalam kehidupan masyarakat yang dapat memengaruhi seluruh aspek cepat atau lambat. Keberlangsungannya dipengaruhi sejumlah faktor pendukung dan penghambat.
Perubahan sosial budaya dapat dilihat sebagai dinamika yang bermanfaat bagi kelangsungan hidup masyarakat. Namun ketika terhambat, beberapa hal dalam kehidupan mungkin dapat terpengaruh secara negatif.

Lantas, apa saja faktor penghambat perubahan sosial budaya? Simak penjelasannya dalam artikel berikut sampai habis, ya.

Pengertian Perubahan Sosial Budaya
Perubahan sosial budaya menjadi fenomena yang tak dihindari tiap kelompok masyarakat. Dikutip dari buku Sosiologi : Jilid 3 untuk SMP dan MTS Kelas IX oleh Rohadi Wibowo dan Langgeng Nugroho, perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat.

Perubahan sosial budaya dapat terjadi seiring dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin lebih baik. Perubahan ini terjadi untuk membentuk pola pikir, sikap, dan kehidupan sosial budaya yang lebih inovatif serta bermartabat.

Perubahan sosial budaya terjadi karena sebab-sebab tertentu. Faktor-faktor inilah yang juga berdampak pada cepat lambatnya perubahan sosial. Perubahan sosial budaya bisa menjadi lambat jika faktor penghambat ditemukan selama prosesnya.

Faktor Penghambat Perubahan Sosial Budaya
Mengutip dari Modul Pembelajaran Sosiologi : Proses Perubahan Sosial oleh Nur Djazifah terbitan Universitas Negeri Yogyakarta, setidaknya terdapat sembilan faktor penghambat perubahan sosial budaya.

1. Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain
Tipe masyarakat ini tidak akan mengetahui kemajuan yang dicapai kelompok lain. Masyarakat yang demikian pola pemikirannya masih terkungkung, sehingga tidak punya keinginan untuk lebih maju.

2. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terhambat
Kondisi ini melahirkan masyarakat yang statis dan tidak mampu berkembang karena keterbatasan ilmu. Karena itu, kemampuan mengadaptasi perkembangan ilmu dan teknologi serta menerapkannya menjadi syarat kemajuan peradaban masyarakat.

3. Sikap yang sulit menerima perubahan
Karakter ini tercermin pada rasa enggan beradaptasi pada perubahan, meski berdampak baik. Masyarakat ini memilih berpegang pada sesuatu yang bersifat akrab dengan keseharian. Keyakinan ini dipegang teguh, meski sudah jelas perlu perubahan untuk mengadaptasi kemajuan peradaban.

4. Adanya kepentingan yang tertanam kuat (vested interest)
Kondisi ini bisa dipengaruhi kepentingan sebagian orang yang merasa dirugikan dengan adanya perubahan. Apalagi bila kelompok tersebut memiliki kedudukan dan stratifikasi kuat di masyarakat. Keputusan mereka akhirnya berdampak pada kehidupan masyarakat yang lain.

5. Rasa takut akan terjadinya disintegrasi kebudayaan
Setiap masyarakat memiliki unsur-unsur kebudayaan yang dipandang menjadi dasar integrasi masyarakat yang harmonis. Sebab itu, mereka menjadi kurang terbuka dengan budaya baru yang berpotensi menggoyahkan integrasi masyarakat.

6. Prasangka terhadap budaya lain
Masyarakat yang pernah dijajah bangsa asing biasanya memiliki prasangka buruk terhadap budaya luar yang masuk. Akibatnya, segala perubahan dari bangsa asing tertolak meski membawa ke arah yang lebih baik.

7. Hambatan ideologis
Ideologi adalah gagasan, ide, dan pemikiran masyarakat serta realitanya menuju kehidupan yang lebih baik. Segala hal yang bertentangan dengan ideologi di masyarakat biasanya tertolak, karena dianggap tidak membawa perbaikan dan berisiko menghancurkan kehidupan.

8. Adat dan kebiasaan dalam masyarakat
Adat dan kebiasaan yang berkaitan dengan kepercayaan, mata pencaharian, dan lainnya menjadi pola perilaku masyarakat dalam memenuhi segala kebutuhannya. Adat dan kebiasaan yang tertanam ini cenderung sulit untuk diubah.

9. Keyakinan yang tertanam kuat pada setiap individu masyarakatnya
Masyarakat meyakini, kehidupan dunia memang penuh dengan kesulitan sebagai kodrat yang harus diterima dan dijalani. Berkembangnya keyakinan ini kemudian melahirkan masyarakat yang bersikap apatis terhadap perubahan sosial budaya.

Dampak Terhambatnya Perubahan Sosial
Ketika perubahan sosial budaya terhambat, berbagai dampak negatif dalam kehidupan akan terjadi. Berikut dampaknya dikutip dari modul Sosiologi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan:

Adanya disorientasi nilai dan norma.
Perubahan tingkah laku.
Budaya konsumtif yang semakin besar.
Berkembangnya sifat individualisme.
Munculnya konflik sosial vertikal dan horizontal.
Lembaga-lembaga sosial yang ada tidak dapat berfungsi maksimal.
Meningkatnya pengangguran.
Adanya kesenjangan sosial.
Terjadinya berbagai bentuk kerusakan lingkungan dan bencana alam.

Nah, itulah 9 faktor penghambat perubahan sosial budaya. Semoga artikel ini bermanfaat! https://kebayangkali.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*