4 Proyek Penanda Akhir Tahun, Sering Terjadi di Daerahmu?

Jakarta – Jelang akhir tahun biasanya terdapat banyak proyek yang digarap Pemerintah Provinsi ataupun Kabupaten/Kota. Proyek-proyek ini biasanya menyasar pengerjaan perbaikan infrastruktur.
Menurut Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio, proyek-proyek tersebut memang dikerjakan Pemprov hingga Pemkot/kabupaten untuk menyerap sisa anggaran APBD yang ada.

Apalagi menurutnya proses administrasi pengerjaan proyek daerah hanya bisa dilakukan sampai 16 Desember setiap tahunnya. Karenanya banyak pemerintah daerah yang mengebut pelaksanaan proyek-proyek ‘kejar tayang’ akhir tahun.

“16 Desember kan sudah tutup buku (APBD) jadi pastilah tidak ada proyek baru. (Contoh proyek-proyek akhir tahun?) Banyak. Perbaikan gorong-gorong, jalan, kabel-kabel, dan lain-lain. Sudah anggaran dihabiskan untuk diskusi, seminar, jalan-jalan,” kata Agus kepada detikcom, Senin (27/11/2023).

Namun ia menegaskan kondisi ini bukan berarti proyek-proyek tersebut secara tiba-tiba atau sengaja diadakan hanya untuk menyerap anggaran di akhir tahun. Sebab menurutnya sering kali proses administrasi proyek tersebut memakan waktu cukup lama sehingga dana yang ada baru bisa turun di bulan-bulan akhir tahun.

“Kalau soal perawatan jalan itu sudah ada, cuman kan dikeluarinnya sesuai dengan kebutuhan. Kalau tiba-tiba musim hujan gini kan rusak, itu harus ditambal. Kalau nggak ada anggarannya kan jadi masalah,” terang Agus.

“Kalau pipa juga gitu. Pipa sudah dalam tendernya, baru bisa dikeluarkan sekarang karena banyak lah halnya. Sehingga tidak bisa terselesaikan 16 Desember, administrasinya diselesaikan dulu nanti pertanggujawabannya tahun depan itu bisa. Tapi tidak ada yang mimpi ‘eh itu perlu jalan, bikin jalan’ itu nggak bisa,” jelasnya lagi.

Di luar itu Agus mengatakan bila dana APBD ini tidak bisa terserap sepenuhnya, maka Pemda berkewajiban untuk mengembalikan sisa anggaran yang ada. Namun hal ini dirasa dirasa sedikit banyak akan mempengaruhi pengajuan angaran di tahun berikutnya, karena pemda tidak bisa melakukan pengajuan untuk proyek yang sama atau tidak dikerjakan.

“Ya kembalikan ke negara, nggak boleh di pakai. Makanya (dana tersebut) dibuatlah untuk seminar. Seminarnya biasanya di Raja Ampat, kan jauh mahal tuh, habis uang. Minta lagi ya anggaran baru tapi nggak bisa minta post (proyek) yang sama,” ungkapnya.

Dirangkum detikcom, berikut 4 contoh proyek ‘kejar tayang’ jelang akhir tahun:

1. Perbaikan Jalan
Proyek perbaikan atau pembangunan jalan merupakan salah satu proyek paling umum yang dilakukan pemerintah daerah setiap tahunnya. Biasanya pemerintah telah menganggarkan sejumlah dana APBD untuk perbaikan atau prmbangunan jalan.

Nanum menjelang akhir tahun, biasanya banyak pemda yang menambahkan proyek perbaikan jalan yang dimasukan dalam APBD perubahan. Sebagai contoh ada Pemda Kabupaten Sumedang yang pada 2023 ini melakukan banyak perbaikan jalan hingga ke jalan-jalan lingkungan yang terdapat di berbagai desa dan kelurahan.

Melansir dari situs Pemkab Sumedang, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp 7,7 miliar pada APBD murni dan Perubahan pada 2023 ini. Dengan begitu total Pemkab Sumedang dapat melakukan perbaikan 47 jalan lingkungan.

“Pekerjaan di APBD murni ada 23 ruas jalan ditambah di APBD perubahan 24 ruas jalan. Sehingga jumlah total penanganan jalan lingkungan tahun 2023 berjumlah 47 ruas jalan dengan total anggaran Rp. 7,7 miliar,” kata Sekretaris Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Perkimtan) R Sonny Nurgahara di ruang kerjanya, Rabu (8/11/2023).

2. Perbaikan Trotoar Jalan
Tidak hanya perbaikan atau pembangunan jalan, pemerintah daerah kerap kali juga ‘mempercantik’ trotoar-trotoar jalan menjelang akhir tahun. Skema yang digunakan kurang lebih sama dengan perbaikan atau pembangunan jalan tadi.

Sebut saja ada Pemerintah Kota Bandung yang telah memastikan perbaikan trotoar di Jalan Cihampelas, Jalan Gatot Subroto, dan Jalan Pasir Kaliki selesai pada akhir tahun ini. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna usai meninjau sejumlah titik perbaikan di Kota Bandung, Jumat (6/10/2023).

“Itu proyek kita di tahun 2023 yaitu ada tiga lokasi. Di Cihampelas sedang berproses tapi nanti di akhir November atau pertengahan Desember semua selesai,” katanya sebagaimana dilansir dari situs resmi Pemkot Bandung.

Dikatakan proyek-proyek perbaikan ini merupakan bagian dari APBD 2023 sehingga harus diselesaikan tahun ini juga. “Trotoar di Jalan Pasir Kaliki dan Jalan Gatot Subroto karena itu dari APBD, tahun ini harus diselesaikan,” imbuhnya.

3. Penyusunan kabel-kabel Jalan
Sama seperti proyek-proyek di atas, penataan jaringan kabel juga banyak terjadi menjelang akhir tahun. Masih berdasarkan artikel yang sama dalam situs Pemkot Bandung, Selain soal trotoar, Ema juga menyusun penataan kabel udara di Jalan Riau.

Dirinya mengaku bersyukur dengan perkembangan penataan kabel udara yang berjalan sesuai dengan rencana. “Progres penataan kabel cukup baik tinggal kabel yang menyeberang jalan (crossing),” katanya.

Ia menargetkan penataan Jalan Riau akan selesai pada tahun ini. Sebelumnya, Pemkot Bandung telah menyelesaikan penataan kabel di Jalan Dago sampai Rumah Sakit Sariningsih.

4. Perbaikan Gorong-gorong dan Saluran Air
Contoh lain proyek yang banyak dilakukan di akhir tahun adalah perbaikan gorong-gorong atau saluran air. Hal ini seperti yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.

Melansir dari Pemkot Semarang, proyek perbaikan saluran-saluran air ini banyak dilakukan di pusat kota dan di wilayah pinggiran jelang musim hujan tiba. Adapun anggaran yang digelontorkan dalam proyek ini sekitar Rp 1 miliar sampai Rp 3 miliar tergantung panjang dan kedalaman saluran.

Kepala Bidang SDA dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang Mochamad Hisyam Ashari mengatakan, sedikitnya ada delapan titik saluran air di Kota Semarang dalam proses revitalisasi.

Dimulai dari timur, Saluran Klipang, Saluran Kedungmundu, Saluran Tentara Pelajar, Saluran Erlangga, Saluran Pemuda-Imam Bonjol, Saluran Depok, dan Saluran Jatisari. Saluran Tlogosari Wetan telah rampung, dan lainnya akan selesai awal bulan depan.

“Itu salah satu dari antisipasi kita menghadapi musim hujan tahun ini karena memang pada lokasi yang disebutkan tadi, ternyata harus diakui kapasitas saluran terlalu kecil, tidak seimbang dengan debit air,” kata Hisyam ketika dikontak lewat sambungan telepon, Selasa (3/10). https://elementlagu.com/wp/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*