Penyebab Tol Cipali Disebut Paling ‘Mematikan’ di Dunia, Kok Bisa?

Jakarta – Jalan Tol Cikampek – Palimanan (Cipali) di Indonesia disebut sebagai jalan tol yang paling berbahaya di dunia karena memiliki tingkat fatalitas kecelakaan yang paling tinggi.
Proyek Tol Cipali memiliki sejarah panjang, dimulai pada tahun 1996 dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 13 Juni 2015. Tol Cipali membentang sepanjang 116,75 kilometer, melintasi lima kabupaten di Jawa Barat.

Namun, mengapa Tol Cipali bisa disebut sebagai tol paling ‘mematikan’ di dunia? Simak jawaban selengkapnya pada artikel di bawah ini!

Sejarah Tol Cipali
Tol Cipali memiliki sejarah panjang yang melibatkan beberapa periode kepresidenan dan mengalami berbagai kendala sejak ide pembangunannya di era Presiden Soeharto.

Proyek ini dimulai pada tahun 1996, tetapi terhenti pada masa krisis ekonomi 1997-1998 dan perubahan rezim pemerintahan.

Pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), proyek ini dilanjutkan tapi menghadapi kendala pembebasan lahan.

Hingga kemudian pembangunan Tol Cipali diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 13 Juni 2015, setelah melibatkan PT Lintas Marga Sedaya sebagai kontraktor utama.

Tol Cipali membentang sepanjang 116,75 kilometer, melintasi lima kabupaten di Jawa Barat, yaitu Purwakarta, Subang, Indramayu, Majalengka, dan Cirebon.

Infrastrukturnya mencakup enam gerbang tol, enam interchange, dan 99 unit jembatan. Layanan lalu lintas melibatkan 12 unit patroli, 12 unit derek, dan 12 unit kendaraan rescue.

Selain itu, terdapat delapan fasilitas tempat istirahat dan pelayanan (TIP/Rest Area) dengan jenis rest area Tipe A dan Tipe B. Tipe A terletak di KM 102 A, KM 101 B, KM 166 A, dan KM 164 B, sementara Tipe B berada di KM 86 A, KM 86 B, KM 130A, dan KM 130B.

Proyek Tol Cipali, yang awalnya diinisiasi pada akhir rezim Orde Baru dan mengalami penundaan signifikan, akhirnya berhasil diselesaikan pada era pemerintahan Jokowi.

Dengan investasi sekitar Rp 13,77 triliun, Tol Cipali menjadi bagian dari Jalan Tol Trans Jawa yang menghubungkan Merak hingga Banyuwangi.

Mengapa Tol Cipali Disebut Paling ‘Mematikan’ di Dunia?
Dilansir dari berbagai sumber, Tol Cipali disebut sebagai salah satu jalan tol paling berbahaya di dunia karena tingkat fatalitas (kematian) kecelakaannya yang sangat tinggi.

Seiring dengan perkembangan jumlah kendaraan dan pertumbuhan pembangunan jalan tol yang pesat di Indonesia, Tol Cipali menjadi sorotan karena memiliki angka kecelakaan dan kematian yang mencemaskan.

Menurut data dari Kementerian Perhubungan menunjukkan bahwa setidaknya setiap kilometer di Tol Cipali ada satu korban jiwa.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Hendro Sugiatno, menyatakan bahwa kecelakaan di jalan tol ini terus meningkat hingga menjadikannya sebagai jalan tol dengan fatalitas kecelakaan paling tinggi di dunia.

Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Ahmad Wildan, mengungkapkan bahwa karakteristik Tol Cipali, seperti kontur yang baik dan tingkat pelayanan yang tinggi, dapat membuat pengendara terlena dan memacu kendaraan melebihi batas kecepatan.

Beberapa faktor diidentifikasi sebagai penyebab tingginya angka kecelakaan di Tol Cipali, termasuk tingginya perbedaan kecepatan antara kendaraan pribadi dan truk, ketidaklancaran aliran darah dan oksigen karena waktu berkendara yang lama, serta potensi terjadinya microsleep atau hilangnya kesadaran sementara karena kelelahan.

Tingginya fatalitas kecelakaan juga dikaitkan dengan risiko tabrak depan belakang, di mana kendaraan dapat masuk ke bagian kolong truk, dengan 97% penumpang kendaraan pribadi mengalami akibat fatal dalam kecelakaan tersebut.

Faktor kelalaian manusia berada di peringkat tertinggi penyebab kecelakaan. Orang dapat tidak sadar ketika melampaui batas kecepatan, kurangnya antisipasi berkendara, dan mengantuk juga menjadi penyebab utama kecelakaan di tol ini.

Meskipun pengelola tol telah melakukan berbagai upaya untuk menekan angka kecelakaan, seperti pengetatan aturan kendaraan dan pengendara, kecelakaan di Tol Cipali masih terus terjadi.

Upaya pencegahan juga mencakup perluasan fasilitas istirahat dan peningkatan kesadaran pengemudi akan pentingnya manajemen perjalanan dan istirahat yang cukup.

Para ahli merekomendasikan manajemen https://kasikan12.com perjalanan yang baik, termasuk istirahat setiap 3 jam dan selingan istirahat 15-20 menit, untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat faktor manusia.

Selain itu, pengendara diingatkan untuk memahami jam maksimal berkendara, mengantisipasi gejala highway hypnosis, dan menjaga fokus serta kewaspadaan saat berkendara di Tol Cipali.

Nah, itulah tadi penjelasan mengenai Tol Cipali. Tol Cipali memiliki tingkat fatalitas kecelakaan yang tinggi, dengan setidaknya satu korban jiwa per kilometer. Berhati-hatilah dalam berkendara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*